Serba Serbi Sadranan di Desa Kedungumpul

Nyadran atau Sadranan adalah tradisi yang dilakukan oleh orang jawa yang dilakukan  di bulan Sya’ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender  Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan atau desa. Warga Desa Kedungumpul menyelanggarakan sadranan pada hari tertentu dalam bulan Sya'ban/Ruwah di masing-masing dusun.

Nyadran dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, juga dijadikan sebagai sarana guna melestrikan budaya gotong royong  dalam masyarakat sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan kenduri (makan bersama).

Adapun kegiatan utama adalah besik atau membersihkan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Masyarakat akan saling bekerja sama dan bergotong royong untuk membersihkan makam leluhur dan keluarga masing-masing. Ada juga prosesi ujub atau menyampaikan maksud dari rangkaian tradisi Nyadran yang dilakukan oleh pemangku adat. Tradisi ini juga diikuti dengan kegiatan doa bersama yang dipimpin oleh pemangku adat atau kyai yang ditujukan kepada roh leluhur yang sudah meninggal.

https://www.instagram.com/p/DGkQNlEv3-G/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
chat
chat
...
RESTO: Warung Tengah Sawah

Jenis: Rumah Makan
Menu Unggulan: Mie Tek tek, Mie Godhog, Mie Goreng, Aneka minuman dan Pemancingan
Harga: -
Kontak: 08125...

Lihat